Dua kalimat syahadat adalah dua pondasi agama dan menjadi pintu gerbang Islam. Tidak ada jalan masuk ke dalam Islam (menjadi pemeluknya), kecuali dengan melaluinya. Disebut dua kalimat syahadat karena terdapat dua bagian di dalamnya.

Bagian pertama

Asyhadu alla ilaha illallah (saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak di sembah kecuali Allah)

Artinya tidak ada yang berhak di sembah kecuali Allah. Kalimat ini berarti menafikan semua sesembahan selain Allah. Dan semua jenis ibadah hanya untuk Allah yang tiada sekutu bagi-Nya.

Bagian pertama dari kalimat syahadat meliputi 3 macam tauhid, yakni (1) tauhid rububiyah, (2) tauhid uluhiyah, dan (3) tauhid asma’ wa sifat.

  1. Tauhid rububiyah

Ialah mengESAkan Allah tentang perbuatan-Nya, yaitu bahwa Allah adalah pencipta, pemberi rezeki, yang menghidupkan dan yang mematikan. Apa yang Dia kehendaki maka terjadi dan apa yang Dia tidak kehendaki, tidak akan terjadi.

  1. Tauhid Uluhiyah

Ialah mengESAkan Allah melalui perbuatan hamba. Seorang hamba shalat dan berhaji ke Baitullah Mekah adalah untuk Allah. Seorang hamba berdoa, memohon pertolongan, dan tidak memohon ganjaran, kecuali hanya kepada Allah. Dan berbagai macam peribadatan haruslah untuk Allah.

  1. Tauhid asma’ wa sifat

Ialah menyaifati Allah dengan apa yang Dia sifati oleh diri-Nya sendiri dan disifati oleh rasul-Nya dengan segala sifat kesempurnaan, menyucikan Allah dari segala bentuk kekurangan dan cacat sebagai penetapan yang tanpa perumpamaan yang tanpa batas.

Bagian kedua

Asyhadu anna muhammadan rasulullah shallallahu alaihi wasallam (saya bersaksi bahwa Muhammad Rasululullah shallallahu alaihiwasallam adalah utusan Allah)

Pada bagian kedua ini, maknanya terangkum dalam poin-poin berikut :

  1. Menaati segala perintah rasulullah
  2. Membenarkan apa yang beliau kabarkan
  3. Menjauhi apa yang dilarang oleh beliau
  4. Tidak menyembah Allah kecuali dengan apa yang telah beliau syariatkan.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •