Jika kita berbicara tentang teknologi, maka teringat dengan sebuah ayat yang ada di dalam Al-Qur’an Surat Al-An’am Ayat 44, renungkanlah ayat berikut ini :

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّىٰ إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa“.

Setelah kita merenungi ayat ini, maka renungkanlah pula media saat ini dengan kecanggihan teknologi zaman sekarang. Dibukakan untuk kita semua pintu kemudahan, handphone mendekatkan yang jauh, Internet memberikanmu ilmu yang tidak engkau ketahui, dan semuanya sekarang jelas terlihat disekitar kita. Dibukakan semuanya untuk kita, mau tidak mau kita merasakan kemudahannya.

Tapi kenapa kemudahan ini malah menyibukkanmu? menjauhkanmu dari Allah? membutakanmu dari segala perintah dan larangan Allah?

Apakah ada Mushaf Al-Qur’an yang selalu engkau bawa kemana-mana? maka kalian menjawab ‘Tidak, Al-Qur’an sudah ada di handphoneku’. Lalu berapa kali kamu membuka aplikasi AL-Qur’an? dan berapa kali kamu membuka whatsapp dan instagram ? Jawab dalam hatimu, lalu renungkanlah.

…”sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka.”(Al-An’am Ayat 44). Mereka senang dengan whatsapp, mereka lebih suka memegang handphone dibanding memegang mushaf. Lebih senang membuka pesan orang daripada pesan Allah subhanahu wa Ta’ala. Lalu ayat selanjutnya …”Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Al-An’am Ayat 44)

Ketika Allah menurunkan adzab atau kematian datang dengan tiba-tiba, ketika kita sedang membuka whatsapp dari teman dengan obrolan haram (ghibah), ketika kita sedang mengakses internet dengan segala syubhat dan aurat-aurat wanita yang ada, ketika kita sedang menonton video-video haram. Maka tidak ada harapan, usai sudah kesenangan sementara itu yang selalu membuatmu lalai dengannya.

Renungkanlah, kembalilah kepada Allah.

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •