Ketika kita sedang dalam kerurangan harta terkadang yang terbersit pertama kali adalah mencari pinjaman dan pertolongan kepada teman atau saudara yang mempunyai kelebihan harta. Ketika kita sedang dalam kesusahan dan memerlukan bantuan ide dan pendapat sering kali yang terbersit pertama kali adalah meminta bantuan kepada teman atau saudara kita. Hal ini menunjukan kurangnya kejujuran kita dalam bertawakal kepada Allah subhanahu wa Ta’ala.

Kejujuran hati untuk bersandar kepada Allah

Maka ini adalah point pertama dari rukun tawakal yang harus tertanam dalam diri seorang mukmin.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya :

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاًوَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangaka. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan kecukupan baginya …” (QS. Ath Thalaaq:2-3).

Usaha mengambil suatu kebaikan dan menghilangkan suatu keburukan

Dari ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

Seandainya kalian sungguh-sungguh bertawakal kepada Allah, sungguh Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang “ (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Nasaai, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban, dan Al Hakim. Imam Tirmidzi berkata : hasan shahih).

Kita lihat seekor burung yang pergi dalam keadaan lapar dan kembali ke sarang dengan keadaan kenyang. Kita lihat pula seekor ayam yang di pagi hari temboloknya kosong kemudian pergi keluar kandang mencari makanan dengan paruh dan cakarnya sehingga pulang di sore hari temboloknya dalam keadaan penuh dan kenyang.

Maka yakinlah, ketika kita sudah yakin dan menyerahkan semua urusan kita kepada Allah kemudian di barengi dengan usaha maka Allah akan memberikan jalan keluar. Tawakal itu bukan berarti kita berdiam diri hanya pasrah menunggu keajaiban, justru Hakikat tawakal adalah benarnya penyandaran hati kepada Allah ’Azza wa Jalla dalam mengambil suatu kebaikan dan menghilangkan suatu keburukan dari seluruh urusan dunia maupun akherat, dan beriman dengan seyakin-yakinnya bahwa tidak ada yang dapat memberi dan mencegah, serta memberikan keburukan dan manfaat kecuali hanya Allah semata.

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •