Segala puji bagi Allaah yang telah menjadikan kita terlahir sebagai muslim, dengan kasih sayang-Nya Allah memerintahkan kita untuk mendirikan sholat. Namun ketika kita di tanya sudah seberapa khusu’ nya kita ketika sedang sholat? apakah dengan penghayatan dan rasa tunduk kepada Allaah? atau hanya gerakan dan hafalan semata?

Diantara kita banyak yang mengerjakan sholat terburu-buru, menjadikan sholat sisa-sisa waktu dari berbagai aktivitas yang di kerjakan. Bahkan bacaan sholat pun tidak paham arti dan makna nya dengan dalih ‘yang penting sholat‘. Allahummaghfirlana..

Surat yang dibaca ketika sholat pun inginnya yang pendek, dan bahkan ada sebagian orang yang hanya hafal surat 3 Qul ( Qulhuallah, Qul a’udzubirobbinnas, Qul a’udzu birobbilfalaq ). Surat yang pendek yakni surat Al-Ikhlas memang surat yang agung, membaca nya satu kali senilai dengan sepertiganya Al-Qur’an.

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, surat al-Ikhlas itu senilai sepertiga al-Quran.” (HR. Bukhari 5013 dan Ahmad 11612).

Namun dari surat yang pendek itu, sudahkah kita paham artinya? sudahkah kita tau makna-makna nya? sudahkah kita menghayatinya ketika sedang di baca saat sholat? Inilah tanda bahwa sholat kita tidak khusyu’ . Membaca firman Allah tapi tidak mentaddaburinya. Bahkan ketika sholat inginnya cepat selesai, padahal Nabi Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada Bilal :

يَا بِلَالُ, أَقِمِ الصَّلَاةَ ! أَرِحْنـــَا بِهَا

Wahai, Bilal. Kumandangkan iqamah shalat. Buatlah kami tenang dengannya”. [Hadits hasan, Shahihu al Jami’ : 7892]

Wahai orang yang mencari ketenangan ketenteraman, dan kesejukan mata, tujulah shalat dengan penuh khusyu’ dan rasa hina di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala , sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar engkau dapat merengkuh keinginanmu. Kalau tidak, maka janganlah mencela kecuali kepada dirimu sendiri.

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •