Pernikahan itu bukan sesuatu yang mudah, butuh pertanggung jawaban dunia dan akhirat. Seorang yang akan menikah perlu memeriksa niat dan tujuannya terlebih dahulu, karena menikah bukan hanya memperbanyak keturunan saja. Kita lihat praktek pernikahan sekarang tidak sedikit orang yang menikah dengan tujuan hanya mengakhiri masa lajangnya tanpa memikirkan konsekuensi yang harus di terima nantinya. Bahkan ada sebagian yang menikah karena melihat teman-temannya menikah dan hanya membayangkan betapa bahagianya mempunyai istri atau suami.

Memang, salah satu tujuan menikah itu untuk meraih kebahagiaan dan ketenangan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Surat Ar-Rum Ayat 21)

Lalu apa tujuan menikah yang kebanyakan manusia lupa dengannya? bahkan yang sudah menikah puluhan tahun pun tidak tahu bahwa ada tujuan lain yang lebih mulia selain membangun rumah tangga di dunia ini. Tujuan yang terkadang di lupakan adalah ‘Membangun Rumah Tangga hingga Syurga‘ . Kenapa demikian?

Semua yang kita cintai di dunia ini pasti akan berpisah dengannya, karena Allah sudah mengatur qodrat kehidupan ini akan berakhir dengan kematian, dan kematian itu bukan akhir dari segala kehidupan yang di cita-citakan. Yakni akan ada kehidupan selanjutnya.

Maka seorang muslim tatkala berpikir pernikahan ini tujuannya adalah sampai ke akhirat, maka dia akan berpikir bagaimana dia sampai ke akhirat bersama pasangan dan anak-anaknya.

Kalau tujuan kita itu akhirat, maka kita melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan para lelaki untuk memilih istri yang mengajak kepada akhirat. Maka carilah pasangan yang akan mengajak kita kepada akhirat, yang selalu mengingatkan kepada akhirat, dan yang tujuan utamanya adalah akhirat.

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •