Berikut ini kisah perjuangan seorang wanita yang di tinggal mati oleh suami tercinta, ambil hikmah dan pelajarannya yaa akhawati fillah..

Di sini 3,5 thn yang lalu ada seorang wanita yang sudah menikah, dulu dia termasuk wanita yang berkecukupan meskipun tidak terbilang konglomerat dengan suami yang bekerja lumayan sukses. Namun takdir Allah menjumpai keluarga tersebut, seperti pepatah sudahlah jatuh ketiban tangga, dan ke injek pula.

Suami tercinta menemui ajalnya, dan setelah kepergian suami usaha mereka yang di bangun bersama berpindah tangan, kehidupan wanita tersebut terjungkil drastis. Yang dahuluna naik mobil pribadi kini hanya bisa naik angkutan umum. Yang dulunya mempunyai uang banyak dan bisa beli apa aja yang di inginkan sekarang hanya cukup buat makan.

Dan yang paling membuat wanita tersebut merasa sedih ialah, dulu ia memberi sedangkan sekarang ia malah yang diberi. Karna status nya kini janda miskin lagi menanggung anak yatim.

Kisah sedih ini tak bereakhir sampai di sini, di perjungan nya menuju penghijrahan begitu berat dan sampai terasingkan dari keluarga. Demi sebuah hidayah dia hijrah ,walau banyak rintangan namun melangkah dengan pasti walau dengan tertatih tatih.

Semua pekerjaan di lakukan tanpa pilih pilih yang penting halal tuturnya. Tidak  perlu malu jadi orang miskin, tapi malulah kalau pura pura kaya. Sungguh dia wanita tawadu’.

Memang lah sebaik baik wanita itu di dalam rumah nya tapikan itu untuk wanita yang ber suami, Tapi kalau janda mungkin ada pengecualian.

Wanita ini bekerja dengan berdagang es tebu, mula mula katanya agak malu sih jualan, takut tidak  ada yang beli dan dia rela makan gaji dari hasil penjualan es tebunya bagi hasil. Karna gerobak es yang di pakainya untuk berjualan bukan miliknya, tapi tetap semangat aja katanya.

Dia memang wanita yang tangguh, tidak semua wanita bisa melakukan pekerjaan kasar ini. Sebab ini adalah pekerjaan laki laki harusnya.

 

Dia berpesan kepada semua wanita:

Wahai wanita muslimah, cintai dan sayangilah suamimu. Yang telah bekerja lelah untuk menapkahi keluarga.  Jangan lah sesekali bermuka masam bila suamimu pulang kerja. Sambutlah kedatangan nya dengan salam dan ciumanmu, karna itu termasuk obat lelahnya dalam bekerja. Terimalah berapa pun pemberian nya, walau sedikit atau berkurang dari biasanya, bersabarlah. Esok hari akan ada banyak rizki. Teruslah berdoa untuk suamimu agar di beri rizki yang halal.

 

dikutip dari instagram @dakwah_tauhid

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •