Beliau bernama Al Faruq Abu Hafs Umar ibnul Khottob ibnu Nufail ibnu Abdul ‘Uzzah Al Quraisi Al Adawi. Beliau di lahirkan 13 Tahun setelah tahun gajah (538 M)

Beliau Rodhiallahu ‘anhu menerima Islam sebagai agama yang haq pada tahun ke-6 setelah diutusnya Muhammad Shollallahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi yang Mulia

Keutamaan Umar ibnul Khottob

  • Bahwa Allah subhanahu wa ta’ala meletakkan kebenaran dalam hati dan ucapan lisannya, dimana sebagian dari ayat-ayat Al Qur’an yang Allah turunkan kepada kekasihnya Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam senantiasa berkesesuaian dengan pendapat dan usulannya.
  • Beliau adalah seorang yang gigih dan tegar dalam membela kebenaran, tidak sedikitpun gentar dengan celaan para pencela dalam menegakkan kebenaran.

Menjadi Khulafaur Rosyidin Ke-2

Beliau termasuk Khulafaur rosyidin yang kedua setelah Abu Bakar Ash Shiddiq Rodhiallahu anhuma dimana kekhilafahannya berlangsung terus selama kurun waktu 10 tahun. Dan dalam masa kepemimpinannya, beliau telah menghasilkan beberapa kebijakan yang memiliki nilai yang sangat penting dan bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin.

Diantara keberhasilannya :

  • Beliau adalah orang pertama yang mengumpulkan dan menyatukan kaum muslimin dalam satu jama’ah ketika menegakkan sholat malam bulan Ramadhan, pada tahun 14 Hijriah.
  • Beliau juga salah seorang sahabat yang mempelopori penulisan tanggalan Islam yang dimulai sejak hijrahnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari Mekkah ke Madinah, pada bulan Robi’ul awwal tahun 16 hijriah.
  • Beliau seorang pemimpin yang senantiasa memperhatikan keadaan rakyatnya dan melihat kondisi mereka pada malam hari. Beliaulah yang menetapkan anggaran pemasukan bagi Negara dan membagi negeri dan daerah-daerah yang dikuasai menjadi unit-unit administratif seperti provinsi dan distrik. Mengangkat hakim dan memulai penulisan ilmu dan membukukannya. Menetapkan upah dan gaji kepada seluruh pegawal pemerintahannya.

Kewibawaan Umar bin Khottob

Kewibawaan beliau begitu sangat tinggi dan mulia dihadapan rakyatnya, sehingga mereka tidak mau dilihat Umar dalam keadaan bermalas-malas duduk dan berkumpul di teras dan halaman rumah tanpa aktifitas yang bermanfaat. Sebagaimana anak-anak kecil yang sedang bermain-main kemudian mereka melihat dan mengetahui keberadaan Umar, mereka langsung lari meninggalkan permainan mereka. Bukan karena takut akan sikap sombong dan kasarnya beliau akan tetapi kewibawaan yang dimiliki oleh Umar.

Keadaan dan sikap Umar tidak berbeda baik setelah beliau memangku amanah kekhalifahan maupun sebelumnya. Bahkan sejak diangkatnya beliau sebagai pemimpun kaum muslimin beliau semakin rendah hati. Beliau selalu berjalan sendiri kemana saja yang di inginkannya tanpa adanya penjagaan dan tentara yang melindunginya.

Wafatnya Umar bin Khottob

Beliau selalu berharap dan berangan-angan agar Allah Subhanahu wata’ala mewafatkannya sebagai seorang yang syahid, berjuang di jalan Allah dan berdoa kepada Allah Ta’ala untuk mendapatkan kemuliaan mati syahid. Sampai pada suatu waktu tatkala beliau menunaikan sholat subuh di masjid tiba-tiba beliau di tikam dengan tombak beberapa kali tikaman tepat di punggungnya oleh seorang budak milik Mughiroh bin Syu’ba yang bernama Abu Lu’lu ah al majusi yang akhirnya membawa kepada kematian beliau sebagai seorang syuhada pada Rabu malam bulan Dzul Hijjah tahun 23 Hijriah.

Setelah beliau mengetahui bahwa orang yang menikamnya adalah seorang majusi belia memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bersyukur kepadanya yang telah mewafatkannya ditangan musuh Allah Ta’ala bukan ditangan seorang yang sujud kepada Allah.

Beliau dimakamkan di sebelah makam Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan sahabatnya Abu Bakar Ash Shiddiq disebuah kamar nabawi yang mulia yang sekarang berada di Masjid Nabawai di kota Madinah Al Munawwaroh.

 

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares