Abu Bakar Ash Shiddiq Adalah

Beliau adalah Khalifah sepeninggal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Nama beliau adalah Abdullah Bin Abi Quhafah. Ayah dari Sayyidah ‘Aisyah ummul mukminin. Dilahirkan 3 tahun setelah kelahiran Rasulullah. Beliau adalah seorang dari kabilah Quraisy yang paling mengetahui nasab Quraisy. Dan seorang pedangan dan juga tersohor dengan kekayaannya. Beliau seorang berkulit putih, bertubuh kurus, dan berperawakan sedang.

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. “ (QS. At-Taubah : 100)

Masuk Islamnya Abu Bakar Ash Shiddiq dan Dakwah Beliau

Beliau adalah orang yang pertama kali beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dari kalangan laki-laki yang merdeka, berdasarkan pendapat yang paling kuat. Kemudian beliau mulai mendakwahkan agama Allah azza wajalla kepada masyarakatnya, masuklah beberapa Quraisy kedalam agama Islam melalui perantara dakwahnya, diantaranya : Utsman bin Affan, Zubair bin al Awwam , Abdurrahman bin Auf, dan Arqom bin Abil Arqom.

Beliau adalah seorang yang tidak pernah sujud kepada patung, tidak pernah sedikitpun minum khomr, baik di masa jahiliyah maupun setelah beliau masuk Islam. Beliau menginfaqan sebagian besar hartanya untuk membeli budak-budak yang masuk kedalam agama Islam kemudian di merdekakannya untuk melaksanakan ibadah kepada Allah semata. Beliau memerdekanan Bilal bin Robah, dan tidak sedikit para budak yang di merdekakannya dari kalangan kaum Muslimin dan Muslimat.

Pujian Rasulullah Terhadap Abu Bakar

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang beliau:

Wahai manusia, “Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian, lalu kalian berkata : Engkau dusta, dan berkata Abu Bakar : Engkau benar, dan Abu Bakar telah membelaku dengan jiwa dan hartanya, maka apakah kalian akan membiarkanku dan sahabatku ini” (HR.Bukhari)

Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang siapa yang paling dicintainya dari kalangan laki-laki, maka beliau bersabda : “Abu Bakar

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memilih beliau untuk menjadi teman perjalanannya ketika Beliau hijrah ke Madinah. Maka berlinanglah air mata Abu Bakar karena kegembiraannya, lalu selama perjalanan ke Madinah beliau terkadang berjalan di depan Nabi dan di saat yang lain beliau berjalan di belakangnya dalam rangka menjaga Nabi dengan seluruh jiwa raganya dari keburukan orang-orang yang mencoba mencelakai beliau.

Pada saat Abu Bakar berada di dalam gua beliau sangat khawatir kepada keselamatan Nabi, apabila orang-orang Quraisy melihat beliau maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menenangkannya dengan sabda beliau :

Wahai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu dengan keadaan dua orang sedangkan yang ketiganya adalah Allah” (Shohih Jami’ as Shogir)

Beliau-Semoga Allah Meridhoinya– adalah manusia yang paling dekat dengan hati Rasulullah dan yang paling mulia kedudukannya di sisi Rasulullah sampai Rasulullah berkata tentang beliau :

Sesungguhnya orang yang paling amanah dalam persahabatannya dan hartanya adalah Abu Bakar sekirannya aku di izinkan untuk mengambil seorang kekasih selain Robbku, niscaya akan kujadikan Abu Bakar sebagai kekasihku, akan tetapi yang diperbolehkan adalah persaudaraan di dalam Islam dan kasih sayang di atasnya.”

Jangan ada lagi pintu-pintu kecil yang mengarah ke mesjid melainkan harus ditutup kecuali pintu Abu Bakar saja”. (HR Bukhari [3654] dan Muslim [2382]).

Kejujuran beliau di saksikan oleh Rasulullah dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saat naik ke gunung uhud bersama Abu Bakar, Umar bin al-Khattab dan Usman bin Affan kemudian gunung itu bergetar, maka Rasulullah besabda : “ Tenanglah Uhud sesungguhnya diatasmu ada seorang Nabi, seorang Shiddiq dan dua orang Syahid” Ini merupakan rekomendasi keutamaan Abu Bakar dan dua sahabat lainnya yaitu Umar dan Usman Radhiyallahu anhum ajmain.

Ketika datang berita kepada beliau tentang wafatnya Nabi, maka Abu Bakar segera mendatangi jasad Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian beliau menciumnya lalu berkata “Ayah ibuku sebagai tebusan Wahai Rasulullah, kebaikan senantiasa menyertaimu, baik ketika Engkau hidup dan ketika Engkau telah wafat” lalu beliau keluar kehadapan manusia dan berkata : “Siapa yang menyembah Muhammad, sesesungguhnya Muhammad telah wafat dan siapa yang menyembah Allah, sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati

Kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq

Sepeninggal Rasulullah beliau dibai’at sebagai khalifah di Tsaqifah bani Saa’idah, kekhalifahan beliau berlangsung selama kurun waktu 2 tahun lebih. Dimana pada masa pemerintahannya Beliau telah mempersiapkan pasukan besar untuk memerangi orang-orang murtad/keluar dari Islam sepeninggal Rasulullah.

Dimasa pemerintahannya juga beliaulah yang pertama kali mengumpulkan Al Qur’an.

Manakala telah dekat waktu wafatnya, beliau berkata : Lihatlah jumlah hartaku seluruhnya, dan perhatikan apa yang bertambah dari hartaku tersebut sejak aku menjabat sebagai pemimpin (kalian). Maka ambillah dan berikan harta tersebut untuk pemimpin setelahku.

Pujian Sahabat Kepada Abu Bakar

Tatkala Umar mengetahui apa yang dilakukan Abu Bakar, Beliau pun menangis hingga air matanya menetes ditanah lalu beliau berkata :
Semoga Allah merahmati Abu Bakar, sungguh dia telah membuat orang yang setelahnya merasa kepayahan” (beliau katakan ini 3 kali)”.

Ali pernah ditanya tentang kepemimpinan Abu Bakar dan Pengangkatan beliau sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah, maka beliau menjawab : Sesungguhnya kami memandang Abu Bakar adalah orang yang paling berhak terhadap kekhalifahan, Abu Bakar adalah sahabat Rasulullah yang menemani di gua, beliau adalah orang kedua yang disebutkan Allah yang menemani nabinya, dan kami benar-benar mengetahui kesenioritasan beliau, sesungguhnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkannya untuk menjadi imam sholat ketika Rasulullah masih hidup.

Wafatnya Abu Bakar

Abu Bakar berwasiat untuk dimakamkan disamping makam Rasulullah, maka Beliaupun dimakamkan disebelah makam Rasulullah dan diletakkan di sisi bahu Rasulullah. Beliau wafat di kota Madinah setelah meninggalnya Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, 2 tahun 3 bulan pada tahun 13 Hijriah. Beliau wafat pada usia 63 tahun.

Dan kalimat yang terakhir diucapkan oleh As-Shiddiq adalah firman Allah ta’ala : “Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah dengan orang-orang saleh. (QS yusuf :101)

Semoga Allah meridhoi Ash Siddiq Abu Bakar.

 

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share