Bahwa mereka memahami Al-Qur’an dan Sunnah tidak berdiri sendiri, tapi mereka memahaminya dengan pemahaman para Salafus Shalih, bukan dengan pemahaman ro’yu-ro’yu sendiri. TIDAK!

Ini merupakan kaidah yang sangat penting sekali di dalam masalah kaiddah Tarbiyah dan Ishlah. Kenapa?

Karena kita semua yakin bahwa generasi yang paling tau tentang Al-Qur’an dan Hadits adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tidak ada generasi yang langsung di puji oleh Allah kecuali generasi para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Allah Ta’ala telah memuji para sahabat. Allah Ta’ala berfirman :

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar. “ [At-Taubah :100]

Maka dari itu Allah menyatakan keridhoan kepada kaum Muhajirin dan Anshor. Dan Allah meridhoi pula orang-orang yang mengikuti Muhajirin dan Anshor. Ketika Allah ridho dengan mereka, berarti Allah ridho kepada aqidah mereka, ibadah mereka, tata cara pemahaman mereka, manhaj mereka, dan dalam tata cara beragama mereka.

Dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

Sebaik-baik manusia generasiku

Maksudnya, dalam seluruh perkara-perkara agama, pemahaman terhadap Al-Qur’an dan Hadits yang sahih. Maka tentulah yang paling paham adalah para Salafus Shalih. Karena merekalah yang bersama Rasulillah ketika wahyu masih turun.

Abdullah bin Mas’ud berkata : “ Siapa yang mengambil sunnah, ambillah sunnahnya para sahabat Rasulullah.” Mereka adalah yang paling baik hatinya, yang paling dalam ilmunya, yang paling ringan bebannya. Dan mereka kaum yang paling lurus petunjuknya. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ketika mengabarkan akan muncul zaman fitnah.

Apa kata para sahabat?

Apa yang harus kami lakukan ya Rasulullah, menghadapi zaman fitnah itu?”

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab :

Kamu kembalilah kepada urusanmu yang pertama” Urusan yang pertama, siapa? Yakni para sahabat Rasulullah.

Maka dari itu, setiap orang yang memahami Al-Qur’an dan Hadits dengan pemahan sendiri tanpa merujuk pemahaman para Salafus Shalih, sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in pastilah ia akan tersesat jalannya. PASTI!

Karena para ulamapun telah menyatakan untuk rujuk kepada pemahaman para sahabat terutama Imam Syafi’i rahimahullah yang luar biasa sekali dalam membela pemahaman sahabat Rasulillah ini. Lihat saja contohnya orang-orang Khawarij, Orang khawarij tidak mau merujuk pemahaman para sahabat dalam memahami Al-Qur’an dan Hadits. Padahal Rasulullah mensifati orang khawrij itu apa? “….Mereka hafal Al-Qur’an, tapi tidak sampai kerongkongan mereka.” Artinya pemahaman mereka dangkal.

Mereka tersesat karena tidak mau mengikuti pemahaman para sahabat. Makanya Abdullah bin Umar berkata :”Khawarij itu seburuk-buruk mahkluk disisi Allah”.

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc

Komentar:
Bagikan artikel ini:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •