Kata beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Agama kita di bangun diatas 2 pokok yang agung, yakni :

    1. Ikhlas,Yaitu mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
    2. Mutaba’ah Yaitu Ittiba kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ini merupakan 2 POKOK YANG AGUNG, yang merupakan makna daripada “Asyhadu alla ilaaha illallah, Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” Ketika kita mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illallah artinya mengikhlaskan dan memurnikan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. Dan ketika kita mengatakan Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah artinya kita memurnikan ittiba atau mutaba’ah kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dimana amal kita harus sesuai dengan apa yang di syari’atkan oleh Rasulullah.

Allah berfirman dalam surat Al-Mulk ayat 2:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Dialah Allah yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar Allah menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.”

Berkata Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah:

Yang lebih baik amalnya artinya yang paling ikhlas dan yang paling benar.” Yang paling ikhlas artinya yang betul-betul karena Allah, dan yang paling benar artinya yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Kata beliau (Syaikh Al Ubailaan):

Manusia dilihat dari 2 pokok ini, ada 4 macam jenis mansuia yakni :

  • Macam yang pertama : Ahlul Ikhlas. Mereka adalah orang yang betul-betul ikhlas wal Mutaba’ah (ittiba kepada Rasulullah) Maka ini adalah derajat yang paling tinggi.
  • Macam yang kedua : Orang yang tidak ikhlas dan tidak juga mutaba’ah. Sudahlah hatinya tidak ikhlas, tidak mengharapkan wajah Allah, sudah begitu tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini yang paling buruk tentunya.
  • Macam yang ketiga : Orang yang ikhlas amalnya tapi tidak sesuai dengan contoh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun ia berbuat mengada-ada kebid’ahan. Maka amalnya juga tertolak.
  • Macam yang keempat : Orang yang amalannya sesuai dengan sunnah Rasul tapi tidak ikhlas, maka inipun sama tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka yang terbaik adalah yang pertama, yang sesuai dengan sunnah Rasulullah dan ia ikhlas di dalam mengamalkan ibadah tersebut. Maka setiap kita berusahalah semaksimal mungkin untuk merealisasikan keikhlasan dengan cara mengikhlaskan amalan hanya untuk Allah, bukan karena pujian manusia, bukan pula karena mengharap dunia, tidak pula karena ingin diberikan kesenangan dari kehidupan dunia ini.

Maka ini merupakan kaidah yang harus kita benar-benar kita perlihatkan dalam masalah tarbiyah dan islah, yaitu ikhlas dan mutaba’ah

Wallahu a’lam

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc Hafidzahullahu Ta’ala

http://leladies.com/wp-content/uploads/2018/02/aqidah.jpghttp://leladies.com/wp-content/uploads/2018/02/aqidah-150x150.jpgLeladiesAQIDAH DAN MANHAJapa itu aqidah,aqidah,aqidah adalah,aqidah itu apa,aqidah salaf,aqidah yang benar,aqidah yang lurus,tentang aqidahKata beliau (Syaikh Al Ubailaan) : Agama kita di bangun diatas 2 pokok yang agung, yakni : Ikhlas,Yaitu mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mutaba'ah Yaitu Ittiba kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini merupakan 2 POKOK YANG AGUNG, yang merupakan makna daripada “Asyhadu alla ilaaha illallah,...