Inilah makna hijrah sesungguhnya


Berbicara tentang hijrah, tentu saja ini adalah taufiq dari Allah Subhanahu wa ta’ala yang harus kita syukuri. Dan hijrah terbagi menjadi 2 :

Kata Ibnul Qoyyim Rahimahullah :

  • Hijrah dengan Fisik
  • Hijrah Dengan Hati

Kita janganlah berhenti kepada hijrah secara fisik, mislanya hijrah dengan penampilan, hijrah dengan janggut, celana cingkrang dan hijrah dengan hijab. Dan ini sangat kita apresiasi, sampai di tahap ini saja kita sudah senang. Hanya
saja kalau kita tidak lanjutkan ke tahap berikutnya kita tidak akan bisa istiqomah dalam hijrah itu sendiri.

Nabi Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :
Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sampai hatinya (dulu) istiqomah…
(HR. Ahmad, no. 12636)

Artinya kalau kita hanya mengandalkan penampilan, kita hanya mengandalkan komunitas, atau kita hanya mengandalkan slogan-slogan di sosmed tapi kita tidak melanjutkan bagaimana menata hati, Nabi mengatakan ‘Anda tidak akan bisa istiqomah, Anda tidak akan bisa bertahan karena hijrah itu tidak mudah. Karena ketika kita mengklaim dan memproklamirkan diri kita hijrah, kita akan berhadapan dengan surat Al Ankabut ayat 2 :

Allah berfirman :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telat beriman”, sedang mereka tidak di uji lagi ?” ( QS Al-Ankabut:2 )

Hanya orang-orang yang menata hatinya sajalah yang bisa melewati itu semua. Dan perlu kita camkan, hijrah
dengan penampilan, hijrah dengan fisik adalah tingkatan yang paling bawah dalam berhijrah, ada yang lebih tinggi lagi. Makanya di dalam surat Al-Hujurat ayat 14 Allah berfirman :

“Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman“. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

Maka lucu sekali ketika ada orang yang sombong dengan hijab panjangnya, jenggotnya, dengan cingkrangnya, padahal itu semua adalah tahapan terbawah dalam berhijrah.

Dan nabi Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda :
Taqwa itu disini, (dihati)
(HR. Muslim no.2564)

Ini adalah inti dari hijrah, jika berbicara mengenai hati maka perhatikanlah hadits bukhari berikut ini

Nabi Shallallahu ‘alihi wasallam bersabda

Ketahuilah di dalam sebuah jasad ada segumpal daging, jika daging itu baik maka baik seluruh jasad, dan kalau segumpal daging itu buruk maka akan buruklah semuanya. Dan daging itu adalah hati” (HR.Bukhari no.52)

Oleh karena itu Ibnul Qoyyim mengatakan “Hijrah dengan hati ialah ketika kita meninggalkan hal-hal yang Allah benci dan menuju kepada hal-hal yang Allah cintai.

Jadi, orang yang hijrah itu tidak ngedumel ‘ko berat banget ya sholat subuh, ko berat banget ya pergi ke majelis ilmu’. Tidak, bukan seperti ini, orang yang hijrah harusnya akan senang melakukan berbagai ibadah. Maka hijrah itu adalah pindah dari hal yang Allah benci dan menuju hal yang Allah cinta.

 

Leave a Reply